Minggu, 03 Juli 2011 - WIB
Pusaka Keraton Kasepuhan Dicuri
Diposting oleh : ikatanmotorhondacirebon
Kategori: - Dibaca: 216 kali


Share/Bookmark

CIREBON,  Sebuah mata tombak kuno milik Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, dilaporkan hilang, Rabu (29/6/2011). Mata tombak yang diperkirakan berusia enam abad itu ditukar dengan mata tombak palsu oleh pelaku.

Sultan Sepuh XIV Arief Natadiningrat mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan waktu hilangnya pusaka keraton yang disimpan di dalam museum tersebut. Peristiwa itu baru disadari oleh pegawai museum pada Sabtu (25/6/2011). Pada Rabu, pukul 14.00 WIB, kehilangan ini dilaporkan kepada Kepolisian Sektor Selatan Timur Cirebon.

"Saya baru dilapori kehilangan ini pada Rabu pagi karena saya baru datang dari acara Silaturahmi Nasional Sultan dan Raja se-Nusantara di Bandung," katanya.

Arief mengatakan, pemandu museum tidak bisa memastikan waktu sebenarnya mata tombak itu hilang dan ditukar. Kejanggalan pada mata tombak itu baru disadari oleh pemandu pada Sabtu. Arief memperkirakan kejadian tersebut berlangsung Rabu sampai Jumat, pekan lalu.

Diduga ada dua penyusup yang masuk ke museum pada siang hari dan menukar benda pusaka tersebut. "Pemandu museum mencurigai dua warga Magersari berinisial D dan S yang melakukan perbuatan itu," kata Arief.

Kendati demikian, dugaan tersebut belum bisa dikonfirmasikan kebenarannya karena pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan atas laporan kehilangan tersebut. "Dari TKP, kami berharap bisa menemukan sidik jari pelaku yang tertinggal. Adapun pelapor dan saksi-saksi terkait masih dalam pemeriksaan lanjutan," kata Ajun Komisaris Agah Sonjaya, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Cirebon.

Kejadian kehilangan pusaka keraton di Cirebon ini sudah dua kali terjadi dalam sebulan terakhir. Sebelumnya, Keraton Kaprabonan Cirebon juga kehilangan tujuh pusaka bersejarah berupa keris, pedang, mata tombak, dan kujang dari dalam museumnya pada 23 Juni.

Untuk mencegah kejadian ini terulang, Agah mengimbau pihak keraton agar memperketat pengamanan ruang penyimpanan benda-benda pusaka. Setiap orang yang masuk dan melihat benda-benda pusaka itu sebaiknya dikawal dan diawasi ketat.

Selama ini museum-museum keraton memang rentan dan minim pengawasan karena semua orang bebas masuk dan keluar dengan membawa jaket dan tas. "Kondisi ini tentu tidak aman bagi benda-benda pusaka yang umumnya berukuran kecil yang bisa disembunyikan dalam jaket atau tas," kata Agah.

Sementara itu, untuk mengamankan sisa benda pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon, pihak keraton memindahkan benda-benda tersebut ke dalam Dalem Arum. Dalem Arum adalah bangunan utama tempat tinggal Sultan.

Sumber : KOMPAS.com


Berita Terkait
 
:: Taklukkan Silverstone, Stoner Pimpin Klasemen
:: BHAYANGKARA OTOMOTIF FEST 2011
:: Malam minggu di Kota Cirebon
:: Info Pariwisata di Cirebon
:: Kopdar Honda Matic Wilayah 3 Cirebon
 
( 0 Komentar : )

 
Isi Komentar :
 
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 
Silahkan Login Untuk Mengisi Komentar